Posted in Kpop MV, lyric

우산 – Umbrella

I heard this song for the first time while i was surfing on my youtube channel. i don’t know who is the original singer nor if this song already have rearranged. the song is called “umbrella” and this version was song by Rap Monster of BTS and his partner on MBC Duet Song Festival. I was so hook on the feeling of the song. the way they sung it was just wow….

heo-young-saeng-john-park-rap-monster-crush_1467390592_af_org

우산 – Umbrella

Before i even realized the rain gathered around my feet

And the tears that i kept from falling are pooling in my eyes

I cry

Sounds of the clock in a barren room

The sound of raindrops kissing the roof

Inside the pocket of the coat I rarely wear is the ring

Along with the overhelming memory

I haven’t seen the city in a few days

the gathered rain are like little mirrors

I struggle within them because of the pain

Because without you I’m a chair with short legs

The umbrella was too small for both of us

But the umbrella  shielded us from the cold world

Now it seems much too big and awkward

Your left shoulder always got so wet

I hang y head with the weeight of the memories

My shoelaces are untied, undone

And all that’s next to me is the rain and wind

Not a person who will hold my umbrella for a while

and I cry

Before i even realized the rain gathered around my feet

And the tears that i kept from falling are pooling in my eyes

I cry

You were the umbrella above my head

In the night where the cold rain fell above my shoulder

You being by my side was a habit

I can’t be without you

Alone in the rain

Alone in the rain rain rain

Nothing but pain pain pain

Girl I just wan’t you to know

Alone in the rain rain rain

Nothing but pain pain pain

Boy I just can’t let you go

The ground has gathered the tears of the sky

I can see the moon behind the clouds that block the stars

The sound of the lonely shoes echo down the alley

I turn arround, it’s just a heart wrenching night

A shadow that looks just like me

The two of us that couldn’t see “us”

Are we now two different person?

The answer is so lonely

The picture in my mind and my response is vague

The umbrella was too big in my eyes

The umbrella I will close facing the world that made me cry

The umbrella that I opened with the promise of forever

Under the ripped umbrella are the two hearts

I guess even though I turn arround you won’t be there

I put my two hand deep inside my pockets

Even though I walk as if carefree

My two cheeks will become wet so easily

Before i even realized the rain gathered around my feet

And the tears that i kept from falling are pooling in my eyes

I cry

You were the umbrella above my head

In the night where the cold rain fell above my shoulder

You being by my side was a habit

I can’t be without you

Alone in the rain

I need you back in my life

 

 

Posted in Kpop MV, lyric

Sam Kim Love Kwon Jin Ah- FOR NOW #Lirik Terjemahan

kwon-jinah-love-sam-kim-for-now-lyrics

” Untuk Saat Ini “

Baby baby sepertinya benar apa katamu

Perempuan yang sedang tersenyum dan berada disampingmu

Sepertinya dia terlihat cantik

Meskipun saat itu, untuk sesaat kita pernah merasa telah menemukan pasangan yang tepat

Namun perempuan yang berada disampingmu sekarang sepertinya lebih cocok untukmu

 

Senyummu yang dulu sangat kukenal

Kamu, yang dulu terbiasa menggenggam tanganku

Sekarang, bukan aku lagi yang memiliki tempat disampingmu

Sambil melihatmu memperkenalkanku sebagai teman dekatmu

Aku hanya tersenyum dan aku benci itu.

 

Dia terlihat cantik

Terlihat baik

Ya… seperti yang kau katakan

 

Kau terlihat senang

Terlihat nyaman

Lebih dari saat aku yang berada diposisi itu.

 

Sebenarnya hatiku terasa sakit

Meskipun aku tersenyum dihadapanmu sekarang

Baby aku akan baik-baik saja

Meskipun banyak yang ingin kukatakan, akan kuhentikan sampai disini.

 

Baby baby sepertinya semua yang kau katakan adalah benar

Orang yang berada disampingmu tak dapat mengisi ruang kosong dalam dirimu

Meskipun aku berpikir akan dapat melalui hari-hari dimana kau tidak ada dengan baik

Ketika aku melihat diriku mencari seseorang yang mirip denganmu

Kurasa aku belum melupakanmu

 

Aku sendiri tak mengerti mengapa aku seperti ini disini

Mengapa aku memanggilmu seperti orang bodoh

Aku, yang sekarang tak punya pilihan lain selain menyebutmu sebagai teman baik

Aku benci !! masih mencarimu seperti sekarang ini

 

Kau terlihat cantik

Terlihat baik

Ya… seperti dirimu yang biasanya

 

Kau terlihat senang

Terlihat nyaman

Lebih dibanding ketika aku masih disana

 

Sebenernya aku sedikit merasa sakit meskipun aku sedang tersenyum dihadapanmu

Baby aku akan baik-baik saja

Meskipun banyak yang ingin kukatakan…

 

Apakah kau baik-baik saja?

Tak bisakah kau melihat?

Aku yang berada tepat dihadapanmu

 

Apakah sudah berakhir?

Apakah kita masih berteman?

Aku yang saat ini merasa begitu sakit.

 

Sebenarnya ketika aku melihatmu, aku masih merasa gemetaran

Tapi baiklah, akan kukatakan selamat tinggal

Meskipun banyak yang ingin kukatakan,

Akan kuhentikan sampai disini.

 

————–

Trasnslated to bahasa by ullyiz

 

 

 

 

 

Posted in Poem, short story

Saat angin malam membawamu kembali

Aku merindukanmu

Kalau saja saat ini kita berjalan beriringan

Akankah tetap terasa sesepi ini?

Kalau saja saat ini kita berjalan bergandengan tangan

Akankah tetap terasa sedingin ini?

Aku merindukanmu

Aku merindukanmu

Aku merindukanmu

Semakin jelas teriakan ku

Semakin jelas usahaku tuk meraihmu

Justru semakin bergema pula suaraku

Justru semakin  jauh pula jangkauanmu

Salahku yang hanya bisa memelukmu saat kau menangis

Salahku yang hanya bisa meminjamkan bahuku saat kau terlelap disisa perjalanan pulang

Salahku yang tak mengerti kalau semua itu tak cukup

Seharusnya dapatku bisikan lagu-lagu cinta ditelingamu setiap hari

Seharusnya dapatku panggul semua bebanmu sehingga tak pernah kau rasa lelah bahkan sampai menangis

Aku merindukanmu

Sungguh merindukanmu

Ketika hanya udara yang dapat kuraih

Ketika hanya malam yang dapat kutunggu untuk pulang

Bahkan ketika hanya jejak -jejak langkahmu yang tersisa untuk kuikuti

Sepertinya semua yang kau katakan dulu memang benar adanya

Akulah yang akan lebih dahulu menyesalinya

Akulah yang justru mengais-ngais sisa-sisa semua hal yang masih dapat kusebut “kita”

Aku merindukanmu

Sungguh merindukanmu

Teramat merindukanmu

Posted in Poem

Kedatangan Banyak Hal

Rintik air hujan yang turun bersamaan dengan banyak hal

Jaketku basah dan sama sekali tidak ada waktu untuk berganti dengan baju pelindung

Bahuku bergetar dan kubunyikan klaksonku kencang-kencang

Bukan karena kedinginan namun karena dorongan tak kasat mata yang justru datang dari dalam

Aku harus menang

Tak peduli seberapa banyak yang dibawa rintik hujan itu

Aku tidak boleh kalah

Tidak peduli betapapun sulitnya berusaha sekeras itu

Semua orang memperhatikan

Membuatku mempercepat laju ku

Tidak akan kulepaskan

Meskipun kau mungkin melupakan

Haha sebenarnya apa yang ku katakan?

Apa yang kupikirkan??

Hanya karena rintik hujan yang mengganggu lalu lintas jalanan

Sekarang bahkan aku tidak memiliki apapun

Ya apapun termasuk sesuatu untuk dibanggakan

Terutama dihadapanmu

Haruskan aku bersembunyi saja?

Hingga kau berlalu jauh dan tak mungkin terjangkau lagi

Tapi tidak bisa

Tidak boleh seperti itu

Tidak akan kulepaskan

Meskipun kau mungkin melupakan

Setiap orang adalah bagian dari cerita yang ada. Kau mungkin memang pemeran utama dari ceritamu, tapi jangan sekali sekali menyepelekan yang lainnya. Karena jika kau mau mendengar, karena jika kau mau melihat, merekapun pemeran utama dalam ceritanya sendiri yang mungkin tak pernah kau tau. 

Posted in Poem

Tidak Peduli

Kuhembuskan napas dan terus melangkah

Batapa lucunya,,

Bahkan segala disekitarku tetap bersemangat

Seolah bahagialah yang pasti dirasakan semua tempat

Membuatku mengasihaninya

Membuatku mengikutinya diam-dian

Mungkin semua pantas mendapatkannya

Dan aku, adalah satu-satunya pengecualian

Dengan sejuta rasa yang tak dapat tersampaikan

Semua tampak tak memperhatikan

Bahkan langitpun turut tak peduli

Berhari-hari sibuk menumpahkan air ke bumi

Tanpa memperhatikanku yang tak punya payung lagi

Hujan yang tak berperasaan ini kutembus dengan berlari

Ikut tak peduli, ku ingin terlihat seperti menari

Namun seperti terhipnotis aku justru menangis

Harus seperti apa agar aku terlihat seperti tersenyum manis??

Posted in Poem, short story

Lilin

Seperti angin yang berhembus dan menghangatkan hatiku

Seperti api yang membakar semangatku dan membuatku terus melaju

Seperti air mengalir yang membuatku merasa lebih hidup

Seperti itu pula kelak aku akan datang dalam setiap hari-harimu

Aku tak tau apa yang membuat semua menjadi semudah ini

Ketika kemarin semua terasa begitu melelahkan

Saat ini rasanya aku bisa beristirahat

Ketika kemarin setiap jengkal cerita terus menghantui tanpa pernah bisa berhenti

Aku ingin menikmatinya, setidaknya sedikit lebih lama lagi

Aku bahagia

Karena hari ini begitu indah

Karena hari ini tidak begitu indah

Karena hari ini biasa saja

Aku bahagia

Rasanya seperti telah membuang banyak waktu dengan sia-sia

Merutuki diri dan merenungi semua hal lalu yang tidak berguna

Hanya seperti ini, dan terus mencari yang akan membuatnya berakhir

Sampai ada yang meniup lilin itu namun membuat terang hatiku

Membuatku takut dan senang secara bersamaan

Membuat jantungku melompat-lompat antara bumi dan langit

Bagi seseorang yang mampu menjadi angin, api, dan air

Dalam hidupku yang selalu abu-abu

Ketika hanya tinggal tersisa satu lilin lagi

Aku tersadar akhir itu tak akan lama lagi

Akhir yang ku tunggu sejak waktu-waktu yang lalu

Akhir yang justru tiba ketika aku mulai menikmatinya

Aku bahagia

Karena hari ini begitu indah

Karena hari ini tidak begitu indah

Karena hari ini biasa saja

Aku bahagia

Jangan teteskan air mata itu lagi

Teruslah tersenyum sehangat mentari

Teruslah menari seanggun daun gugur di musim semi

Aku tau, jadi tak usah kau teriakkan lagi

karena aku bahagia

Karena hari ini begitu indah

Karena hari ini tidak begitu indah

Karena hari ini biasa saja

Aku bahagia

Sebab walau berakhir aku akan tetap berjanji padamu

Bagi seseorang yang mampu menjadi angin, api, dan air

Akupun akan selalu datang bersama hujan, salju, dan sinar mentari.


Inspired by Korean Drama : Goblin : the lonely and great God.

Kim Shin to Ji Eun Tak.

 

Posted in short story

a cup of coffee latte #4

—–Agha point of view—–

Entah apa yang merasukiku pagi ini. Dibawah langit yang sendu dengan sinar matahari yang terasa lebih bersemangat dari hari-hari biasanya. Ditambah rintik hujan  yang anehnya membuatmu lebih bertenaga di awal minggu yang banyak dibenci orang, membuatku mengemudikan mobilku tanpa sadar ketempat ini.

Kuhentikan langkahku dan berpaling memandangmu, tanpa bisa kutahan senyum ini terukir dibibirku. haaaaa… akankah semua itu terulang lagi dan berakhir menjadi lebih baik? dengan diriku yang tanpa berpikir dua kali bertingkah seperti ini, apakah berarti aku sudah memulainya lagi?

Tahukah kau kalau aku akan selalu berada disisimu? bahkan diwaktu kita terpisah beberapa tahun ini, aku selalu berada disisimu. Jika tidak, bagaimana mungkin kita bisa bertemu lagi dengan cara seperti hari itu?

Andai saja kau tau, aku juga selalu berdiri tepat dibelakangmu. Ketika kau merasa ragu atau sedikit takut, kau bisa berbalik sebentar dan kau akan menemukanku tepat dibelakangmu, menyambutmu dengan senyum terbaikku dan menyemangatimu. sehingga kau tidak perlu ragu ataupun merasa takut lagi.

Seperti saat ini, jika saja kau mau menoleh sedikit selagi sedang menunggu pintu lift itu terbuka maka kau akan menemukanku. kau akan menemukanku berdiri ditengah hujan sambil tersenyum-senyum bodoh tanpa menggunakan payung. Padahal salah satu tanganku menggenggamnya erat disamping tubuh.

 

 

Posted in Poem, short story

Sandiwara

Berlarian seolah ini adalah hal yang menyenangkan.

Tertawa terbahak seolah ini adalah hal terlucu yang pernah kau alami.

Kau melihatku dan tersenyum menenangkan.

Aku memperhatikanmu dan terpaku ditempat.

Bukan karena aku terpana.

Tidak. Bukan karena itu.

Melainkan karena kau penuh tanda tanya.

Berjalan seolah setiap langkah terasa begitu berat.

Tersenyum tipis seolah semua ini patut untuk dikasihani.

Kau memandangku dengan tatapan mata yang sulit dimengerti.

Aku melihatmu dan tersenyum lebar seperti orang bodoh.

Dan kau… Kau terus mengulur waktu.

Tanpa kusadari perlahan jarak itu sudah terbentang

Benar-benar menyakitkan untuk kuakui bahwa tembok itu sudah lama tinggi membatasi

Sudah begitu lama suaramu tak terdengar.

Padahal kau didepanku

Padahal kau dihadapanku

Namun merengkuhmupun aku tak mampu

Laksana bayangan, atau bisa juga bintang diatas sana.

Jika terus begitu, kau tak akan tau.

Jika terus begitu, aku tak akan tau.

Jika terus begitu, kita tak akan pernah tau.