Posted in Poem

aku lupa bagaimana cara melukiskan rasa

kehilangan pula apa yang disebut kata

 

berbaring memandang langit-langit

menggigil bersama alunan merdu rintik hujan

menonton ulang kenangan yang telah lama terbuang

 

aku bingung dengan cerita

tak tahu untuk apa berserakan kertas dan pena

 

membuka luka dan menuangkan darahnya

aneh. tidak ada air mata

lalu, perlukah diabadikan??

atau,, haruskah ditinggalkan??

Author:

just an ordinary girl who try hard to find herself

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s