Posted in Poem

Hembusan angin di senja yang murung

angin berhembus menyapa halus wajahku
anak-anak berlarian
senyum samar terlukiskan

langit tak secerah biasanya
namun kelihatannya tak ada yang menghiraukan

ada yang terluka hatinya
lalu berlari dan berpaling pergi
ada yang merasa bersalah
bukan maaf, tapi amarah yang dikeluarkannya

hati yang terpaut saja tak cukup untuk saling mengerti
tangan yang saling menggenggam saja tak cukup untuk menjelaskan maksud diri

sang angin masih berhembus dan membawa berita
mengikat tali kasat mata antara mereka yang tak tahu apa-apa

jika berpaling pergi bukanlah hal yang benar
juga berteriak marah bukan satu-satunya pilihan
dapatkah tangan itu kembali saling menggenggan dengan hati yang terpaut erat?

Author:

just an ordinary girl who try hard to find herself

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s