Posted in Poem, Uncategorized

can’t it be simple?

interpreting and calculating. kayanya itu adalah hal yang sering kita lakukan. terhadap apapun. termasuk hubungan antara manusia. itulah kenapa ada yang namanya simbiosis dengan tiga pembagiannya, mutualisme, parasitisme, komensalisme (bener ngga sih hehe…)

bagaimana sesuatu dapat berjalan dengan natural kalau semuanya harus menggunakan penafsiran dan perhitungan yang mumet dan njlimet??

membuat sesuatu yang sederhana semakin jadi ribet aja -,-

 
 
Ini bukan sekolah, mengapa harus ada ujian?
Ini juga bukan pengadilan, jadi mengapa harus saling meyakinkan?
 
Perhitungan yang tidak akan menguntungkan para pegawai bank
Penafsiran yang juga tak akan membantu para ahli filsafat
 
Jika terganggu maka pergilah
Kalu kau suka maka ikutilah
Tapi kenapa kau hanya berdiri dan terus diam??
Tidak adakah yang dapat kau putuskan??
 
Aku menunggu dan menyembunyikannya
Khawatir kalau-kalau punggungmu yang hadir dan tak berbalik
Aku menunduk dan menunjukkannya
Apa-apaan dengan semua teori di buku-buku tebal itu?
 
Musik mengalun dan ku tak mampu menari
Tawa pun terlepas hanya dengan hembusan angin yang menghempaskan dedaunan
Air beriak dan membuatnya terlihat dangkal
Lihatlah langit itu, yang bahkan tak pernah berbintang
 
Kata bersahutan dan gema terdengar
Kosong jika kau dapat meresapinya

Author:

just an ordinary girl who try hard to find herself

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s