Posted in me, Poem

JALAN

Aku berdiri ragu
Memandang kedepan dan gemetaran
Namun gentar jika harus berbalik kebelakang

Kulihat anak-anak itu tertawa merdu
Menari dengan langkah kecil-kecil dibalik hujan gerimis yang sendu
Dengan ibu-ibu mereka sibuk meneriaki dari balik pagar pintu

Ku lanjutkan jalan ku sepi
Jalanan yang begitu kusenangi
Atau bisa juga menjadi jalan yang tepaksa kulalui
Namum dalam diam, diriku ini menikmati

Tatkala ku menatap tempat itu lagi,
Tak ada suara yg biasanya kunikmati
Menghilang tak ada meski bayangan pun yg menari

Kuedarkan pandangan dan menatap sisi yang lain
Terlihat sosok yang sedang memunggungi
Terlihat kuat namun rapuh secara bersamaan
Waktu berselang dan bahunya bergetar
Terlihat seperti sesenggukan atau menggelak tawa

Dengan hati yg tak karuan lalu ku berlari
Berlari dan terus berlari
Berusaha mengusir entah apa aku tak mengerti
Seakan aku dapat turut merasakannya

Mempertanyakan semua tawa yg dapat kuingat
Meragukan rasa bahagia yg terselip didalamnya
Aku berhenti dan dadaku naik turun terengah
Sosok itu terlihat berdiri sejajar denganku disebrang jalan sana
Menghembuskan nafas perlahan,
Terlihat menegakkan bahunya
Menatap lamat-lamat ke langit luas
Lalu tersenyum

Aku tersentak, masih terengah.
Bukan karena lelah, melainkan karena rasa aneh ini yg tak mau enyah
Sosok itu memalingkan wajahnya ke arahku
Terpaku.
Mata itu menatap penuh arti. Namun terasa rumit
Tersenyum. Satu detik dua detik
Belum sempat ku bergerak, sosok itu kembali berjalan.
Meninggalkanku penuh tanda tanya.

Author:

just an ordinary girl who try hard to find herself

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s