Posted in short story

Kembali #2

Apakah kau pernah menginginkan langkahmu nanti berujung pada akhir yang bahagia?? Hingga kau selalu berlari berlari dan berlari untuk mengejar akhir itu. Bahkan kau rela membuang banyak hal untuk itu. Termasuk membuang seluruh hidupmu dan menelan pahitnya diam-diam. Namun sayangnya, betapapun jauhnya kau telah berlari, betapapun lamanya kau telah berlari, akhir jalan itu tetap tak terlihat. Dan rasa-rasanya kau belum juga beranjak dari tempatmu memulai.

Bukankah ini lucu? Aku berkata bahwa rasa-rasanya aku belum pernah beranjak dari tempatku memulai. Namun ketika ku berhenti dan melihat sekeliling, aku bahkan tak mengenal apapun lagi. Tempatku memulai?? aku bahkan tak tau dimana itu berada. akan lebih tepat mungkin jika kukatakan tempatku memutuskan untuk membuang semuanya dan menelan pahitnya diam-diam. Tempat dimana aku memutuskan untuk berbalik pergi dan tak menoleh lagi. Seberapa tuluspun seseorang berharap agar aku tetap tinggal. Seberapa keraspun seseorang meneriakkan satu kata yang tak akan ada balasannya. kalaupun memang ada, aku tak akan mengucapkan apa-apa.

Ya… tempat itulah yang ada. Disini. Tempatku berdiri sekarang. Tempat dimana aku akan kembali.

Bukan karena aku lelah berlari dan ingin sejenak beristirahat. Namun karena seberapa jauhpun aku berlari, akhir yang kuimpikan itu tak juga kunjung terlihat. Juga karena aku selalu merasa ada yang tertinggal. Sekeras apapun ku coba meyakinkan diriku sendiri kalau apapun hal yang tertinggal itu tidaklah penting. Apapun yang ku usahakan untuk menyingkirkan perasaan aneh yang menggorotiku itu tetap saja tak ada berguna.

Kesimpulannya tetaplah membuatku berdiri lagi ditempat ini. Tempat yang dipenuhi kenangan yang entah apa namun terasa menyesakkan. Tempat yang selalu menghantuiku entah karena apa. dan yang jelas, tempat dimana sesuatu yang tertinggal itu berada.

Ya.. disinilah sekarang aku. berusaha kembali untuk memulai lagi.

Kususuri jalan ini berharap menemukan sesuatu yang tertinggal itu. Sesuatu yang seharusnya terus bersamaku. Ditemani oleh hembusan angin yang hangat ini, tempat ini terasa menyesakkan dan anehnya membuat tempat ini terasa sebagai tempat yang benar. Tempat dimana seharusnya aku berada.

Apakah sesuatu yang tertinggal itu masih berada disekitar sini? atau apakah ternyata sudah dimiliki orang lain? maafkan aku jika aku membicarakannya seolah-olah kau adalah barang atau apa. aku yakin kau tak akan mau berjalan disampingku lagi jika kau mendengar semua yang kukatakan barusan. Tapi mungkin, tanpa mendengar semua itupun kau memang tak ingin kembali.

Tanpa tau arah yang tepat aku terus saja berjalan. Seolah diriku mengenal tempat ini dengan sangat baik. Seolah ada yang menuntun tubuh ini menuju tempatmu berada.

Ya… memang itulah alasanku kembali. Menujumu. Dan memulai semuanya dari awal lagi.

Dan sepertinya disinilah akhir jalanku. Karena disana, beberapa meter dihadapanku. ya disana, sosok yang tertinggal itu, sosok yang membuatku kembali itu berjalan kearahku. Dengan senyum lebar aku meyakinkan diriku bahwa titik awal inilah yang ternyata juga merupakan titik akhir bahagiaku.

Advertisements

Author:

Just an ordinary girl who try hard to find herself

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s