Posted in short story

a cup of coffee latte #4

—–Agha point of view—–

Entah apa yang merasukiku pagi ini. Dibawah langit yang sendu dengan sinar matahari yang terasa lebih bersemangat dari hari-hari biasanya. Ditambah rintik hujan  yang anehnya membuatmu lebih bertenaga di awal minggu yang banyak dibenci orang, membuatku mengemudikan mobilku tanpa sadar ketempat ini.

Kuhentikan langkahku dan berpaling memandangmu, tanpa bisa kutahan senyum ini terukir dibibirku. haaaaa… akankah semua itu terulang lagi dan berakhir menjadi lebih baik? dengan diriku yang tanpa berpikir dua kali bertingkah seperti ini, apakah berarti aku sudah memulainya lagi?

Tahukah kau kalau aku akan selalu berada disisimu? bahkan diwaktu kita terpisah beberapa tahun ini, aku selalu berada disisimu. Jika tidak, bagaimana mungkin kita bisa bertemu lagi dengan cara seperti hari itu?

Andai saja kau tau, aku juga selalu berdiri tepat dibelakangmu. Ketika kau merasa ragu atau sedikit takut, kau bisa berbalik sebentar dan kau akan menemukanku tepat dibelakangmu, menyambutmu dengan senyum terbaikku dan menyemangatimu. sehingga kau tidak perlu ragu ataupun merasa takut lagi.

Seperti saat ini, jika saja kau mau menoleh sedikit selagi sedang menunggu pintu lift itu terbuka maka kau akan menemukanku. kau akan menemukanku berdiri ditengah hujan sambil tersenyum-senyum bodoh tanpa menggunakan payung. Padahal salah satu tanganku menggenggamnya erat disamping tubuh.

 

 

Advertisements

Author:

Just an ordinary girl who try hard to find herself

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s