Posted in Poem, short story

Saat angin malam membawamu kembali

Aku merindukanmu

Kalau saja saat ini kita berjalan beriringan

Akankah tetap terasa sesepi ini?

Kalau saja saat ini kita berjalan bergandengan tangan

Akankah tetap terasa sedingin ini?

Aku merindukanmu

Aku merindukanmu

Aku merindukanmu

Semakin jelas teriakan ku

Semakin jelas usahaku tuk meraihmu

Justru semakin bergema pula suaraku

Justru semakin  jauh pula jangkauanmu

Salahku yang hanya bisa memelukmu saat kau menangis

Salahku yang hanya bisa meminjamkan bahuku saat kau terlelap disisa perjalanan pulang

Salahku yang tak mengerti kalau semua itu tak cukup

Seharusnya dapatku bisikan lagu-lagu cinta ditelingamu setiap hari

Seharusnya dapatku panggul semua bebanmu sehingga tak pernah kau rasa lelah bahkan sampai menangis

Aku merindukanmu

Sungguh merindukanmu

Ketika hanya udara yang dapat kuraih

Ketika hanya malam yang dapat kutunggu untuk pulang

Bahkan ketika hanya jejak -jejak langkahmu yang tersisa untuk kuikuti

Sepertinya semua yang kau katakan dulu memang benar adanya

Akulah yang akan lebih dahulu menyesalinya

Akulah yang justru mengais-ngais sisa-sisa semua hal yang masih dapat kusebut “kita”

Aku merindukanmu

Sungguh merindukanmu

Teramat merindukanmu

Advertisements

Author:

Just an ordinary girl who try hard to find herself

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s